TOUNA- Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana berhasil digagalkan petugas pada Sabtu 4 April 2026 sekitar pukul 09.50 WITA.
Aksi tersebut terungkap saat petugas penggeledahan wanita melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung. Dalam pemeriksaan itu, ditemukan barang mencurigakan yang disembunyikan di dalam tisu yang dibawa seorang pengunjung berinisial F.M.
Berdasarkan keterangan awal, barang tersebut rencananya akan diserahkan kepada salah satu warga binaan berinisial H.K.L. Pengunjung mengaku barang tersebut diperoleh dari seseorang yang tidak dikenal saat dalam perjalanan menuju Lapas.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, M. Nur Amin, segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Tojo Una-Una yang dipimpin oleh Rizal Polii langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa barang tersebut merupakan narkotika jenis sabu (metamfetamin) dengan berat sekitar 0,66 gram yang dikemas dalam tiga paket kecil.
Selanjutnya, barang bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian melalui berita acara serah terima untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Lapas juga telah mengamankan warga binaan berinisial H.K.L. untuk dimintai keterangan, sementara pengunjung berinisial F.M. diserahkan sepenuhnya kepada tim Satres Narkoba Polres Tojo Una-Una guna proses hukum lebih lanjut.
Plt. Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, M. Nur Amin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam memberantas peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk penyelundupan narkoba. Kami akan terus memperketat pengawasan, meningkatkan kewaspadaan petugas, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan Lapas Ampana tetap bersih dari narkotika,”tegas Nur Amin.
Ia juga mengapresiasi ketelitian petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan bukti bahwa integritas dan kedisiplinan petugas menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan. Kami akan terus mendorong seluruh jajaran untuk bekerja profesional dan tidak lengah dalam menjalankan tugas,”ucapnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap asal-usul barang serta kemungkinan adanya jaringan yang terlibat.
“Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Lapas Kelas IIB Ampana dalam memperketat pengawasan serta mencegah masuknya narkotika ke dalam lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.








