TOUNA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ampana bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tojo Una-Una dan PLTU Unit Ampana menggelar Program Pelatihan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (23/9/2025).
Program Pelatihan Kemandirian yang mencakup tiga bidang keterampilan, yaitu meubiler, baja ringan, serta pembuatan paving blok/batako tersebut diikuti sebanyak 60 WBP.
kegiatan pembukaan ini dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Ampana, Luther Toding Patandung, Kepala BLK Kabupaten Tojo Una-Una, Moh. Nur, beserta jajaran instruktur, serta Manager PLTU Unit Ampana, Budi Wijaya.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Ampana, Luther Toding Patandung, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan fungsi pemasyarakatan, yaitu tidak hanya membina kepribadian, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan praktis untuk bekal hidup setelah bebas.
“Melalui keterampilan meubiler, baja ringan, maupun pembuatan paving blok, kami berharap para WBP mampu berdiri mandiri, berdaya saing, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun masyarakat, sekaligus menjadi sarana memperbaiki diri, menghapus masa lalu, dan menatap masa depan yang lebih baik,” ungkap Kalapas.
Kalapas juga menyampaikan apresiasi kepada BLK Kabupaten Tojo Una-Una dan PLTU Unit Ampana atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan.
“Sinergi ini menjadi bukti bahwa pembinaan warga binaan bukan hanya tugas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,”ucapnya.
Kalapas berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sungguh-sungguh.
“Ikuti pelatihan dengan disiplin dan semangat. Jadikan keterampilan ini sebagai bekal berharga ketika kalian kembali ke tengah masyarakat nanti,” pesannya
Ia berharap, agar BLK Kabupaten Tojo Una-Una dapat mengalokasikan program pembinaan keterampilan khusus bagi WBP secara berkelanjutan. Hal ini penting agar warga binaan benar-benar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang aplikatif dan bernilai positif.
“Kegiatan yang akan berlangsung ini dapat berjalan lancar, memberikan manfaat nyata, serta menjadi bekal berharga bagi WBP dalam membangun kehidupan yang lebih mandiri, bermartabat, dan produktif di masa depan,”harapnya
Menurutnya, kegiatan pembinaan kemandirian ini disambut dengan penuh semangat dan antusias oleh para WBP. Mereka merasa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah peluang besar untuk menimba ilmu, menambah pengalaman, serta menyiapkan bekal keterampilan yang dapat mereka terapkan ketika kembali ke masyarakat.
“Banyak peserta menyampaikan harapan agar melalui program ini, mereka dapat lebih percaya diri, memiliki kemampuan yang diakui, dan mampu menciptakan peluang kerja atau usaha sendiri setelah bebas nanti,” jelasnya.







