TOUNA -Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Tojo Una-Una kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak melalui kolaborasi strategis bersama DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Indonesia (IPeKB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Jambore PKB/PLKB tingkat provinsi tahun 2026 dengan tema “Menyelaraskan Langkah Menuju Sulteng Nambaso” yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama dan Deklarasi Pencegahan serta Penanganan Perkawinan Anak bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 29 hingga 30 Juli 2026, bertempat di Marina Cottage’s, Kabupaten Tojo Una-Una,
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BKKBN, penyuluh KB dan organisasi masyarakat untuk menghadirkan langkah nyata dalam menekan angka stunting,perkawinan anak serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tengah.
Melalui sinergi yang dibangun, seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta memperluas kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan terlindungi.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulteng drg. Herry Mulyadi, M.Kes. mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
Asisten III Dr. Alimuddin Muhammad mewakili Bupati dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tengah atau yang mewakili, serta seluruh peserta Jambore PKB/PLKB se-Sulawesi Tengah.
“Jambore ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta berbagi pengalaman dan inovasi dalam pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Mari kita satukan langkah menghadapi berbagai tantangan, seperti stunting dan perkawinan anak, demi mewujudkan Sulawesi Tengah Nambaso dan Indonesia Emas”ujar Alimuddin
Menurutnya, melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BKKBN, IPKB Provinsi Sulawesi Tengah serta PKB dan PLKB dari 13 kabupaten/kota, PC Fatayat NU Kabupaten Tojo Una-Una optimistis gerakan pencegahan dan penanganan perkawinan anak akan semakin kuat, terintegrasi dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi Sulawesi Tengah yang sehat, berdaya, dan bebas dari praktik perkawinan anak,”jelasnya








