TOUNA – Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Pengendalian Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Imunisasi, dan Kesehatan Lingkungan di Hotel Ananda, Senin (27/7/2026).
Rakor dibuka Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Tojo Una-Una, dr. Niko, dan dihadiri perwakilan Polres Tojo Una-Una, organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Niko dalam sambutannya menegaskan bahwa berbagai persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar program kesehatan berjalan optimal.
“Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh lintas sektor agar setiap program yang kita laksanakan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,”tegas Niko.
Menurutnya, Rakor menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam pengendalian penyakit menular, pencegahan penyakit tidak menular, peningkatan cakupan imunisasi, dan penguatan kesehatan lingkungan.
“Kabupaten Tojo Una-Una masih menghadapi sejumlah tantangan kesehatan. Penanganan tuberkulosis (TBC) masih menjadi prioritas nasional, sementara kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai meningkat seiring memasuki musim penghujan,”jelasnya.
Selain itu, prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus masih memerlukan perhatian serius. Di sisi lain, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai sekitar 60 persen, masih di bawah target minimal 70 persen dan jauh dari target ideal 90 persen untuk membentuk kekebalan kelompok.
“Rendahnya cakupan imunisasi berpotensi memicu kembali wabah penyakit, seperti campak yang sempat terjadi pada awal tahun ini,”tegasnya.
Melalui kegiatan ini Niko Menegaskan, kita ingin membangun paradigma baru dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Selama ini kita selalu membahas program, tetapi ke depan kita akan memulai dari masalah yang dibuktikan oleh data. Setiap keputusan harus didasarkan pada bukti dan kondisi nyata di lapangan,” katanya.
“Hasil Rakor tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan diukur dari kuatnya sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,”tegasnya.
Melalui Rakor Lintas Sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una berharap koordinasi antar instansi semakin solid sehingga program pengendalian penyakit menular, pencegahan penyakit tidak menular, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan kesehatan lingkungan dapat berjalan lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan,”harapnya.








