PALU – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Surya Lapasiri, hadiri Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) periode 2025–2030.
Kegiatan berlangsung di Best Western Coco Palu, Palu, Selasa 14 April 2026. Acara tersebut turut dihadiri para gubernur terdahulu, kepala daerah, raja-raja, ketua adat, serta pemangku adat dari seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam kesempatan itu, Wabup Touna Surya Lapasiri menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai forum ini menjadi wadah strategis dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai adat serta budaya di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memperkuat kebersamaan antar pemangku adat di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah sangat menghargai peran adat yang selama ini sudah menjaga nilai, norma, dan kehidupan masyarakat tetap harmonis. Kami percaya, kalau adat dijaga dengan baik, maka pembangunan juga akan berjalan lebih seimbang. Karena itu, kami berharap forum ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar aktif menjadi jembatan komunikasi, memberi masukan kepada pemerintah, serta ikut menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Surya.
Ia juga berharap Forum Komunikasi Pemangku Adat dapat menjadi jembatan sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai budaya.
“Keberagaman adat dan budaya di Sulawesi Tengah adalah kekuatan. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menjaga persatuan dalam semangat nosara nosabatutu,”harapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya menyebut kegiatan tersebut sebagai sejarah baru dalam masa kepemimpinannya. Ia menegaskan, untuk pertama kalinya seluruh pemimpin terdahulu dan pemangku adat dapat berkumpul dalam satu forum silaturahmi.
“Ini sejarah baru. Dalam kepemimpinan saya selama setahun ini, semua para pendahulu pemimpin negeri ini hadir bersama. Untuk pertama kalinya juga dalam masa kepemimpinan saya dan Ibu Reny, para pemangku adat se-Sulawesi Tengah berkumpul. Ini hal yang luar biasa,” ujar Anwar.
Menurutnya, pembentukan FKPA merupakan cita-cita besar yang telah dirancang sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur, dan kini telah diformalkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah,”jelasnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan revitalisasi rumah adat senilai Rp.50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan peran lembaga adat di daerah.








