Sering Terjadi Keracunan, Relawan Kawal MBG Touna Desak Pemerintah Pusat Evaluasi Program MBG di Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para Siswa SDN Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Saat Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG

Para Siswa SDN Desa Tatari Kecamatan Tojo Barat Saat Mengalami Keracunan Usai Konsumsi MBG

TOUNA – Relawan Kawal Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut.

Desakan itu disampaikan Relawan Kawal MBG Kordinator Erwin Ibrahim menyusul dua kasus dugaan keracunan yang dilaporkan terjadi dalam sepekan di dua lokasi berbeda.

“Relawan menilai kejadian tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama menyangkut aspek keamanan pangan, pengawasan serta tata kelola penyediaan makanan bagi peserta didik.” tegas Erwin Ibrahim kepada sejumlah wartawan ( Sabtu, 12/09/2026)

Relawan Kawal MBG Touna juga meminta pemerintah pusat mengevaluasi penyelenggaraan Program MBG secara nasional sebelum program tersebut dilanjutkan.

Dua Kasus Dilaporkan dalam Sepekan

Kasus pertama disebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) di SD 11 Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una yang dilayani SPPG Sumoli.

Relawan menyebut sebanyak 10 siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan MBG dengan menu bakso. Dua siswa dilaporkan mendapat perawatan di RSUD Ampana.

Sampel makanan kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkes) Provinsi Sulawesi Tengah pada 5 September 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Kasus kedua dilaporkan terjadi pada Kamis (11/9/2026) di SD Desa Tatari, Kecamatan Tojo Barat, yang disebut mendapatkan makanan dari SPPG Tojo.

Menurut keterangan yang disampaikan relawan, makanan tiba sekitar pukul 08.50 WITA dan dibagikan kepada siswa sekitar pukul 09.10 WITA. Sekitar 30 menit setelah mengonsumsi makanan, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual, muntah dan pusing.” Jelasnya

Relawan juga menyebut adanya keluhan siswa mengenai rasa sejumlah makanan, termasuk semangka yang disebut terasa seperti bensin dan tahu yang disebut memiliki rasa seperti handbody.

Menu yang dibagikan pada saat itu terdiri atas nasi putih, sempol ayam saus Bangkok, tahu bumbu Bali, capcai sawi dan wortel, serta buah semangka.

Penyebab pasti dari keluhan kesehatan tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari instansi berwenang.

Soroti Dugaan Praktik Monopoli

Selain persoalan keamanan makanan, Relawan Kawal MBG Touna juga menyoroti dugaan praktik monopoli dalam rantai pasok bahan baku MBG.

Baca Juga  Jejak Adat di Bumi Sivia Patuju, Gubernur Jalani Prosesi Sakral Baku Lupi

Mereka mengklaim terdapat sekitar lima hingga tujuh SPPG di Kabupaten Tojo Una-Una yang sebagian besar bahan bakunya disebut berasal dari satu pemasok besar.

Relawan menilai kondisi tersebut perlu diaudit untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan pengadaan bahan baku.

Mereka merujuk Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 11 Ayat (4), yang menurut mereka mengatur larangan bagi SPPG melakukan praktik monopoli, monopsoni dan kartel dalam pengadaan bahan baku.

Namun, dugaan tersebut tetap memerlukan verifikasi dan pembuktian dari pihak berwenang sebelum dapat dinyatakan sebagai pelanggaran.

Tujuh Tuntutan Relawan

Dalam pernyataan sikapnya, Relawan Kawal MBG Touna menyampaikan sejumlah tuntutan kepada BGN RI dan pemerintah pusat.

Pertama, meminta penghentian sementara Program MBG secara nasional untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem, regulasi, pengawasan dan rantai pasok.

Kedua, meminta Kepala BGN RI melakukan audit terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Tojo Una-Una serta mengevaluasi kinerja Korwil BGN di wilayah tersebut.

Ketiga, meminta adanya sanksi tegas terhadap SPPG yang nantinya terbukti menyebabkan terjadinya keracunan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna

Keempat, meminta pemberian sanksi terhadap SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pengadaan bahan baku.

Kelima, melakukan audit menyeluruh terhadap rantai pasok seluruh SPPG di Kabupaten Tojo Una-Una.

Keenam, meminta transparansi hasil audit, termasuk informasi mengenai pemasok dan kerja sama pengadaan bahan baku sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketujuh, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis, pembiayaan serta pendampingan yang diperlukan.

Beri Batas Waktu 3×24 Jam

Relawan Kawal MBG Touna menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan Program MBG.

Mereka memberikan batas waktu 3×24 jam kepada pihak terkait untuk mengambil langkah yang dinilai tegas.

Jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons, relawan menyatakan akan menggelar aksi damai dan audiensi dengan pihak terkait, termasuk Satuan Tugas MBG dan DPRD Kabupaten Tojo Una-Una.

Relawan MBG menegaskan sikap tersebut merupakan bentuk desakan agar pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Tojo Una-Una berjalan dengan mengutamakan keamanan pangan, transparansi, pengawasan dan kepentingan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel metrotouna.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi
Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna
Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 
Jejak Adat di Bumi Sivia Patuju, Gubernur Jalani Prosesi Sakral Baku Lupi
Pemda Bersama Ratusan Masyarakat Melaksanakan Sholat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
Kabupaten Touna di Jadikan Lokasi Pelaksanaan Rakor Evaluasi Program Asta Cita
Gubernur Sulteng Buka Rakor Evaluasi Asta Cita di Touna, Tekankan Sinergi dan Solusi Nyata.
Pemda Touna Perkuat Tata kelola Perizinan dan Pengawasan Lingkungan Hidup
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:00 WITA

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Sabtu, 12 September 2026 - 23:10 WITA

Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna

Sabtu, 12 September 2026 - 23:00 WITA

Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 

Sabtu, 12 September 2026 - 21:00 WITA

Jejak Adat di Bumi Sivia Patuju, Gubernur Jalani Prosesi Sakral Baku Lupi

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WITA

Sering Terjadi Keracunan, Relawan Kawal MBG Touna Desak Pemerintah Pusat Evaluasi Program MBG di Daerah

Berita Terbaru

Para Peserta Yang Mengikuti Lomba Gasing Tradisional di Festival Baku Lupi.

Pemerintahan

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:00 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid Saat Membuka Festival Bakulupi di Kabupaten Tojo Una-Una.

Pemerintahan

Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 23:10 WITA

Bupati Ilham Lawidu Bersama Wakil Bupati Surya Lapasiri Saat Menghadiri Pembukaan Festival Bakulupi.

Pemerintahan

Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 23:00 WITA