TOUNA- Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu mengikuti Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah Antar Kepala Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (REBOAN) secara daring, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Turut hadir secara daring Bupati Bogor, Bupati Sumedang, Bupati Serang, Bupati Banjar, Bupati Barito Timur, Bupati Lampung Timur, Bupati Bolaang Mongondow dan Bupati Lanny Jaya.
Selain para kepala daerah, kegiatan ini juga diikuti perwakilan sejumlah Kementerian/Lembaga, Biro Pemerintahan Provinsi, serta pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.
Reboan menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam membahas berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Sejumlah substansi menjadi topik pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya evaluasi sekaligus upaya perbaikan dan peningkatan kualitas layanan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah kepada pemerintah daerah, inventarisasi dukungan Ditjen Otonomi Daerah dalam menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi kepala daerah, serta berbagai isu dan permasalahan lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu menyampaikan sejumlah kondisi dan persoalan yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Salah satunya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan armada pendukung.
Menurut Bupati, keterbatasan sarana dan prasarana khususnya kendaraan atau armada pemadam menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
“Dalam penanganan karhutla, salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan armada. Karena itu, kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat sehingga penanganan karhutla di daerah dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal,” ujar Bupati.
Selain persoalan karhutla, perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang dilaksanakan di Kabupaten Tojo Una-Una. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program Asta Cita Presiden di daerah sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar, melalui sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait.
Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk wilayah terpencil. Meapur MBG yang dipersiapkan secara khusus untuk melayani masyarakat di daerah terpencil telah selesai dibangun. Namun, pemerintah daerah masih menunggu kepastian terkait waktu operasional dapur tersebut.
“Untuk program Makan Bergizi Gratis, khususnya dapur yang diperuntukkan bagi daerah terpencil, fasilitasnya sudah selesai. Saat ini kami masih menunggu kejelasan kapan dapur tersebut mulai dibuka dan beroperasi,” jelasnya.
Terkait program Sekolah Rakyat. Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Seluruh administrasi dan persyaratan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah juga telah diselesaikan.
“Untuk Sekolah Rakyat, kami sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare dan seluruh administrasinya juga sudah rampung. Sekarang kami masih menunggu tindak lanjut pembangunan dari pemerintah pusat,”tegasnya
Sementara itu, terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una saat ini terus melakukan pengecekan dan pendataan di desa-desa serta kelurahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai persyaratan dan kebutuhan pembentukan koperasi dapat dipenuhi.
“Untuk Koperasi Merah Putih, saat ini kami terus melakukan pengecekan ke desa dan kelurahan untuk melihat apa saja yang masih kurang. Kami ingin memastikan program ini dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam memastikan berbagai program prioritas nasional dapat terlaksana dengan baik di daerah.
Forum reboan menjadi ruang penting bagi kepala daerah untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan apa yang menjadi kondisi dan kebutuhan daerah secara langsung dalam forum ini. Harapan kami, setiap persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat dapat segera mendapatkan solusi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Tojo Una-Una dapat berjalan semakin optimal,”tandasnya.
Sumber : Diskominfo Touna








