Imigrasi Banggai Perkuat Pengawasan Orang Asing di Touna

Selasa, 9 September 2025 - 16:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai Bersama Pemda Touna Gelar Rakor Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing.

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai Bersama Pemda Touna Gelar Rakor Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing.

TOUNA- Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Ampana, Selasa (9/9/25).

Sambutan pertama disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Banggai, Yusva Aditya Galih Nur Rahartadi, yang dibacakan oleh Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Ia menegaskan, pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengawasan Orang Asing dan Tindakan Administratif Keimigrasian.

“Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan. Diperlukan koordinasi dengan instansi terkait, baik pusat maupun daerah, agar setiap aktivitas orang asing dapat dipantau dan tidak menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.

Baca Juga  Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Ia menjelaskan, posisi strategis Tojo Una-Una, terutama dengan adanya Kepulauan Togean yang mendunia, menjadikan daerah ini rawan dimanfaatkan kepentingan ilegal seperti penyelundupan manusia, narkotika, hingga aktivitas yang mengganggu stabilitas daerah.

Karena itu, kehadiran TIMPORA sebagai wadah tukar-menukar informasi sangat penting, meski tetap dilakukan dengan pendekatan humanis agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan maupun investasi asing yang menguntungkan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Imigrasi juga menetapkan 29 instansi pemerintah/daerah dan 1 desa binaan imigrasi sebagai bagian dari TIMPORA Tojo Una-Una.

“Program Desa Binaan Imigrasi sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait aturan keimigrasian, melibatkan desa dalam pengawasan, sekaligus mendeteksi dini potensi pelanggaran yang dilakukan warga negara asing,”jelasnya.

Baca Juga  Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Tojo Una-Una Bidang Kemasyarakatan dan SDM Marni Mangun SH saat menyampaikan sambutan mewakili Bupati memberi apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.

” Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih atas inisiatif Kantor Imigrasi yang telah menggagas rapat koordinasi ini. Langkah ini merupakan strategi penting dalam memperkuat sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat hukum, serta instansi terkait untuk mengawasi keberadaan orang asing di Tojo Una-Una,”Marni Mangun.

Marni menegaskan, kehadiran orang asing memang dapat mendatangkan manfaat positif, khususnya di bidang pariwisata dan investasi. Namun, potensi penyalahgunaan izin tinggal maupun aktivitas ilegal juga harus diantisipasi melalui pengawasan terpadu.

Baca Juga  Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

“Keberhasilan TIMPORA bukan hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga kesadaran kolektif dan komitmen bersama. Karena itu, rapat koordinasi ini diharapkan mampu melahirkan langkah konkret, mulai dari penguatan basis data orang asing, peningkatan kapasitas anggota TIMPORA, pengembangan mekanisme lintas sektor, hingga penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis,”tegasnya.

Melalui sinergi antara Imigrasi dan pemerintah daerah, diharapkan keberadaan orang asing di Tojo Una-Una dapat membawa dampak positif, sekaligus tetap terawasi sesuai aturan demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara,”harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel metrotouna.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi
Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna
Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 
Jejak Adat di Bumi Sivia Patuju, Gubernur Jalani Prosesi Sakral Baku Lupi
Sering Terjadi Keracunan, Relawan Kawal MBG Touna Desak Pemerintah Pusat Evaluasi Program MBG di Daerah
Pemda Bersama Ratusan Masyarakat Melaksanakan Sholat Istisqa Memohon Turunnya Hujan
Kabupaten Touna di Jadikan Lokasi Pelaksanaan Rakor Evaluasi Program Asta Cita
Gubernur Sulteng Buka Rakor Evaluasi Asta Cita di Touna, Tekankan Sinergi dan Solusi Nyata.
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 09:00 WITA

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Sabtu, 12 September 2026 - 23:10 WITA

Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna

Sabtu, 12 September 2026 - 23:00 WITA

Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WITA

Sering Terjadi Keracunan, Relawan Kawal MBG Touna Desak Pemerintah Pusat Evaluasi Program MBG di Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WITA

Pemda Bersama Ratusan Masyarakat Melaksanakan Sholat Istisqa Memohon Turunnya Hujan

Berita Terbaru

Para Peserta Yang Mengikuti Lomba Gasing Tradisional di Festival Baku Lupi.

Pemerintahan

Permainan Tradisional Hadir di Tengah Kemeriahan Festival Baku Lupi

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:00 WITA

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid Saat Membuka Festival Bakulupi di Kabupaten Tojo Una-Una.

Pemerintahan

Gubernur Sulteng Membuka Festival Budaya Bakulupi di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 23:10 WITA

Bupati Ilham Lawidu Bersama Wakil Bupati Surya Lapasiri Saat Menghadiri Pembukaan Festival Bakulupi.

Pemerintahan

Festival Bakulupi Menjadi Momentum Kebangkitan Budaya di Touna 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 23:00 WITA